Obat Tetes untuk Mengatasi Masalah pada Telinga

ikigaisagashi.com – Kotoran telinga umumnya berupa gumpalan lunak yang diproduksi secara alami oleh kelenjar minyak di lubang telinga, fungsinya adalah untuk melindungi telinga, menghambat pertumbuhan kuman, memerangkap debu yang masuk, dan menjaga agar air tidak masuk ke telinga.

Cara Membersihkan Kotoran Telinga

Membersihkan telinga menggunakan cotton bud ternyata memiliki resiko membuat kotoran pada telinga semakin terdorong masuk ke dalam saluran telinga. Dilansir dari www.alodokter.com, berikut ini beberapa cara untuk membersihkan telinga yang dapat dilakukan oleh Anda.

1. Sebaiknya menghindari penggunaan lilin telinga (ear candle) karena tidak ada bukti bahwa alat ini efektif untuk digunakan. Sebaliknya alat ini dapat menyebabkan saluran telinga tersumbat dan menimbulkan efek seperti terbakar.

 

2. Penggunaan obat tetes telinga yang dijual di apotek atau toko obat cukup efektif, karena obat tersebut membantu melunakkan gumpalan kotoran, sehingga lebih mudah dikeluarkan. Obat tetes yang yang mengandung hydrogen peroksida, minyak bayi, dan gliserin juga dapat digunakan oleh Anda.

 

3. Setelah menggunakan obat tetes telinga, tunggu 2-3 hari, kemudian miringkan kepaa Anda dan teteskan air hangat pada telinga yang bermasalah. Selanjutnya, miringkan kepala Anda ke sisi lain agar kotoran dapat keluar dengan sendirinya. Keringkan sisa-sisa air menggunakan lap secara perlahan.

 

Proses tersebut mungkin perlu diulang beberapa kali agar seluruh kotoran keluar. Cara ini direkomendasikan bagi Anda yang memiliki infeksi pada telinga atau pernah melakukan operasi telinga.

 

Metode ini juga beresiko membuat kotoran yang telah lunak semakin masuk ke dalam saluran telinga. Oleh karena itu, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan ke dokter jika kotoran tidak berkurang.

 

 

  • Kunjungi Dokter 

 

Jika Anda ingin membersihkan telinga, sebaiknya lakukan terlebih dahulu pemeriksaan pada dokter, alih-alih melakukannya sendiri. Jika tidak berhati-hati saat membersihkan dan penggunaan alat yang tidak semestinya, bagian dalam telinga dapat terluka.

 

Dokter memiliki alat khusus berupa alat penyedot (suction) untuk mengeluarkan kotoran Anda. Saat melakukan pembersihan, dokter juga dapat merekomendasikan penggunaan metode irigasi telinga, dimana telinga akan dialiri air bertekanan agar kotoran dapat keluar.

Jika cara tersebut masih belum berhasil, dokter akan merekomendasikan penggunaan obat-obatan seperti peroksida karbamida. Namun, aturan pemakaian resep tetap hatis sesuai dengan anjuran dari dokter yang mengobati Anda.

 

 

  • Mengikuti Pemeliharaan Pasca Perawatan

 

Setelah Anda berkonsultasi dengan dokter dan kotoran telinga Anda telah dibersihkan, dokter akan menyarankan untuk melakukan pemeliharaan pasca perawatan dan seluruh prosedur tambahan akan dijelaskan. 

Baca Juga : Cara Menggunakan 2 Whatsapp di 1 Smartphone

Dokter akan memberi resep antibiotik jika terjadi infeksi, dan akan menambahkan resep obat berupa antihistamine atau dekongestan untuk mengurangi pembengkakan dan membantu telinga agar kering dnegan sendirinya. Anda perlu banyak mengkonsumsi air mineral agar tubuh Anda dapat terhidrasi.

Menjaga telinga Anda agar tetap kering selama proses penyembuhan adalah suatu keharusan. Untuk meredakan rasa sakit, gunakan kain yang lembab (tidak basah) yang telah dicelupkan pada air hangat untuk mengompres bagian luar telinga.

Anda perlu melakukan konsultasi pada dokter THT, terutama saat Anda merasakan nyeri di telinga, terganggunya pendengaran, merasa pusing dan gatal di telinga setelah Anda membersihkan kotoran telinga Anda sendiri.